Media Center NU | Sidoraharjo – Madrasah Diniyah (Madin) Sunan Ampel menggelar kegiatan Study Pesantren di Pondok Pesantren Ngalah, Purwosari, Pasuruan, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung bagi para santri untuk memahami secara langsung kultur kepesantrenan yang selama ini hanya dikenal melalui kelas dan cerita.
Rombongan memulai perjalanan dengan berziarah ke makam KH. Bahkruddin Kalam di Porong, Sidoarjo. Dengan penuh khidmat, para santri membaca tahlil dan doa bersama, mengharap barakah serta meneladani kiprah perjuangan sang kiai. Ziarah ini menjadi pembuka perjalanan religi, mengingatkan tentang pentingnya menghormati guru-guru yang menjadi teladan dan perjuangan.
Dari Porong, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Ngalah. Setibanya di lokasi, para santri disambut hangat oleh pengurus pondok. Suasana teduh khas pesantren langsung terasa, mengajarkan keheningan dan kepatuhan yang sarat nilai tanpa harus diucapkan.
Ketua Pondok Pesantren Ngalah, Agus Faiduz Syukri, memberikan wawasan kepesantrenan kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan filosofi nama Ngalah yang menjadi ruh pondok tersebut.
“Ngalah itu mempentingkan orang lain lebih dulu dibanding kepentingan sendiri. Di situlah laku utama yang harus dimiliki seorang santri,” terangnya.
Beliau juga menegaskan peran penting madrasah diniyah dan pesantren dalam sejarah pendidikan tempo dulu dan konteks sekarang.
“Diniyah yang tersebar di kampung-kampung adalah cikal-bakal pondok-pondok besar di Indonesia. Hal itu yang menjadi pondasinya kuatnya Indonesia adalah pesantren dan pilar utamanya adalah Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Madin Sunan Ampel, Bapak Achmad Ali, menjelaskan bahwa kegiatan Study Pesantren ini bertujuan mengenalkan santri pada kehidupan nyata di lingkungan pondok.
“Kami berharap para santri tidak hanya belajar teori di madin yang ada di sekolah formal saja, tapi juga melihat langsung kultur hidup pesantren. Semoga kelak mereka termotivasi melanjutkan pendidikan di pondok, memperdalam agama, dan memperluas wawasan,” jelasnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para santri mengikuti tadabbur alam di kawasan wisata Lembah Pandawa, Prigen, Pasuruan. Tidak sekadar rekreasi, para peserta diajak mengamati langsung keindahan ciptaan Allah dan mengambil hikmah dari setiap fenomena alam yang mereka jumpai. Bagi para santri, perjalanan ini menjadi refleksi bahwa belajar tidak hanya di kelas, tetapi juga di tengah hamparan alam yang penuh tanda-tanda kebesaran-Nya.
Kegiatan Study Pesantren ini menjadi momentum penting bagi santri Madin Sunan Ampel untuk mengenal lebih dekat dunia pesantren, nilai-nilai luhur yang dijunjung, serta keluasan ilmu yang dapat diraih melalui laku hidup ngalah dan ngalam. Sebuah langkah kecil, namun penuh makna menuju terbentuknya generasi beradab yang mencintai ilmu dan menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah.
Penulis : Yazid
Editor: Achmad Ali





