Berita  

Peringati Hari Santri, Fatayat dan Muslimat NU Sidoraharjo Kenang Jasa Pendahulu

Avatar photo

SIDORAHARJO– Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU dan Muslimat NU Sidoraharjo turut menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kedamean, Gresik. Keterlibatan tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan pendahulu sekaligus upaya melanjutkan khidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pawai Ta’aruf pada Ahad (18/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Fatayat NU dan Muslimat NU Sidoraharjo bergabung bersama warga Nahdliyin lainnya untuk memeriahkan peringatan Hari Santri yang diselenggarakan oleh MWCNU Kedamean.

Selanjutnya, pada Rabu (21/10/2026) sore, pengurus Ranting NU Sidoraharjo bersama badan otonom (banom) NU melaksanakan ziarah ke makam para muharrik atau tokoh penggerak NU di tingkat ranting. Ziarah ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah merintis dan mengembangkan perjuangan NU di Desa Sidoraharjo.

Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tirakatan di Gedung MWCNU Kedamean sebagai ikhtiar spiritual sekaligus refleksi atas perjuangan para santri dan ulama dalam menjaga agama, bangsa, dan tradisi keislaman.

Puncak peringatan HSN 2026 berlangsung pada Kamis (22/10/2026) melalui upacara Hari Santri yang diselenggarakan oleh MWCNU Kedamean di Desa Menunggal. Fatayat NU dan Muslimat NU Sidoraharjo turut mengikuti upacara bersama berbagai unsur lembaga, banom, dan warga Nahdliyin se-Kecamatan Kedamean.

Ketua PR Fatayat NU Sidoraharjo, Srifah, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar untuk memeriahkan peringatan Hari Santri, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi perjuangan NU di tingkat ranting.

“Keikutsertaan kami pada agenda Ranting NU ini selain untuk mengingat jasa para pendahulu, juga sebagai bentuk penghormatan kami sebagai santri yang meneruskan jalur khidmah organisasi di tingkat ranting NU,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat Hari Santri perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam kegiatan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, nilai perjuangan para pendahulu tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi terus hidup melalui kiprah generasi penerus.

Bagi Fatayat NU dan Muslimat NU Sidoraharjo, Hari Santri menjadi pengingat bahwa perjuangan santri tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan penguatan tradisi keagamaan, tetapi juga melalui persatuan, kepedulian sosial, serta kesediaan untuk terus berkhidmah kepada umat.

Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Fatayat NU dan Muslimat NU Sidoraharjo berharap semangat perjuangan para ulama dan pendahulu terus terpelihara, sehingga Nahdlatul Ulama semakin kuat dalam menjalankan peran keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *