SIDORAHARJO – Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, mengikuti rangkaian kegiatan Desa Sahabat yang diselenggarakan dalam rangka lomba tingkat Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU. Meski belum berhasil meraih posisi teratas dalam penilaian tingkat cabang, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi para kader untuk terus mengembangkan program dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
Perjalanan PR Fatayat NU Sidoraharjo dalam kegiatan Desa Sahabat bermula dari instruksi PW Fatayat NU terkait pelaksanaan lomba Desa Sahabat dengan perwakilan dari masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Menindaklanjuti instruksi tersebut, PAC Fatayat NU Kedamean menggelar musyawarah bersama ketua dan sekretaris PR Fatayat NU se-Kecamatan Kedamean pada 20 Agustus 2026 di Warkop Jagad 26. Berdasarkan hasil musyawarah, PR Fatayat NU Sidoraharjo dipercaya menjadi perwakilan PAC Fatayat NU Kedamean untuk mengikuti lomba Desa Sahabat.
Ketua PR Fatayat NU Sidoraharjo, Srifah, mengungkapkan bahwa kepercayaan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh kader untuk menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya.
“Semangat kami tumbuh ketika ditunjuk mewakili PAC Fatayat NU Kedamean. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah membantu menyukseskan agenda ini,” ungkap Srifah.
Tahapan selanjutnya berlangsung pada 2 September 2026 melalui penilaian di tingkat Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik. Dalam penilaian tersebut, PR Fatayat NU Sidoraharjo menempati peringkat ketujuh di antara peserta dari berbagai ranting se-Kabupaten Gresik.
Hasil tersebut tidak menyurutkan semangat para kader. Sebaliknya, proses penilaian menjadi ruang pembelajaran untuk mengevaluasi program, memperluas wawasan, serta memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.
Semangat Desa Sahabat kemudian berlanjut dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026. PC Fatayat NU Gresik kembali memberikan kesempatan kepada ranting-ranting untuk melanjutkan rangkaian kegiatan Desa Sahabat, khususnya bagi peserta yang sebelumnya belum menyelesaikan seluruh tahapan.
Pada 2 Oktober 2026, pengumpulan data dari masing-masing ranting kembali dilaksanakan. Selanjutnya, pada 11–12 Oktober 2026, setiap ranting memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan program Desa Sahabat sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh PC Fatayat NU Gresik.
Bagi PR Fatayat NU Sidoraharjo, keikutsertaan dalam kegiatan ini bukan semata-mata tentang peringkat atau hasil penilaian. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan kemampuan kader, serta memperkuat komitmen organisasi dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh Tim Desa Sahabat PR Fatayat NU Sidoraharjo yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan kerja keras dalam mempersiapkan serta mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Seluruh ikhtiar yang telah dilakukan menjadi bagian penting dari perjalanan organisasi. Hasil yang diperoleh diterima dengan penuh rasa syukur, seraya menjadikan setiap pengalaman sebagai bahan evaluasi untuk melangkah lebih baik pada masa mendatang.
Melalui pengalaman Desa Sahabat, PR Fatayat NU Sidoraharjo berharap dapat terus bertumbuh, memperkuat solidaritas kader, serta menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Bagi para kader, keberhasilan tidak selalu diukur dari posisi tertinggi yang diraih, tetapi juga dari proses belajar, semangat kebersamaan, dan kesediaan untuk terus berkhidmat bagi umat.
Bersyukur atas prosesnya, belajar dari pengalamannya, dan terus berkhidmat untuk umat.




